|
Kertas (paper) telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir seluruh aktifitas keseharian
kita membutuhkan kertas, seperti pekerjaan, komunikasi, pendidikan,
kesehatan, perbankan, dan lain lain.
Berapa sih sebenarnya nilai kertas dalam sebuah
perusahaan? Mari kita coba bermain matematika sedikit berdasarkan fakta
dan data yang ada.
Untuk menghitung biaya terkait dengan penggunaan
suatu produk, termasuk penggunaan kertas, perhitungan selalunya
didasarkan pada tiga aspek biaya, yakni
-
Biaya produksi (productional cost) yaitu biaya pabrik untuk memproduksi satu unit kertas, yakni sekitar $450/ton atau sekitar Rp 11.000/ rim -
Biaya lembaga/perusahaan (institutional/company cost) yaitu
harga beli kertas oleh perusahaan ditambah komponen biaya lain untuk
pengelolaan satu unit kertas, seperti penyimpanan (storage), pencetakan
(printing), penggandaan (copying), daur ulang (recycling), pembuangan
(disposal), dan pengiriman (delivery or postage). Studi mutakhir yang
diadakan oleh Citigroup dan Aliansi Pelindung Lingkungan (Environmental
Defense Alliance) diperoleh kesimpulan bahwa total komponen biaya
(institutional cost) ini senilai 31 kali lipat harga beli kertas -
Biaya lingkungan (environmental cost) yaitu
biaya tidak langsung terhadap dampak lingkungan berkaitan dengan
pemakaian kertas seperti; rusaknya hutan dan isinya, polusi, sampah,
pemanasan global, longsor, banjir, dan lain sebagainya. Menurut
Rainforest Information Center, sebanyak 10 - 17 pohon yang harus
ditebang untuk menghasilkan satu ton kertas ukuran koran (atau 8 lembar
ukuran kertas A4). Satu ton tersebut cukup untuk mencetak sekitar 7.000
eksemplar koran.
Menurut Indonesian Pulp and Paper Association,
sembilan puluh persen konsumsi kertas (tulis dan cetak) di Indonesia
disuplai secara domestik dan dalam kurun waktu lima tahun (2000-2004).
Data statistik pada Tabel 1, menggambarkan peningkatan jumlah konsumsi
dan produksi kertas di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2004.
Dengan mengambil nilai minimal rata-rata tingkat
pertumbuhan konsumsi dan produksi yakni 5% per tahun (sedangkan menurut
World Resource Institute untuk Negara berkembang rata-rata sekitar 7%
per tahun), maka diperoleh jumlah konsumsi kertas Indonesia di tahun
2006 adalah 5,96 juta ton. Kebutuhan (demand) yang besar inilah yang
mungkin menjadi pemicu maraknya kasus pembalakan liar (illegal
logging) di Indonesia.
Dari jumlah konsumsi kertas 5,96 juta ton di tahun
2006, kita akan dapat menghitung konsumsi penggunaan kertas per kapita
atau per angkatan kerja (per pekerja/pegawai).
Tabel 1. Data Statistik Produksi dan Konsumsi Kertas Tulis dan Cetak (paperboard) tahun 2000 ? 2004 (dalam tons)
Tahun
|
Kapasitas Produksi
|
Produksi
|
Impor
|
Ekspor
|
Konsumsi Tercatat
|
2000
|
9,116,180
|
6,849,000
|
212,630
|
2,837,210
|
4,224,420
|
2001
|
9,904,080
|
6,951,240
|
199,840
|
2,345,135
|
4,805,945
|
2002
|
10,045,580
|
7,212,970
|
249,695
|
2,446,730
|
5,015,935
|
2003
|
10,045,580
|
7,267,880
|
206,880
|
2,160,380
|
5,314,380
|
2004
|
10,045,580
|
7,679,820
|
306,970
|
2,576,640
|
5,410,150
| Sumber: Indonesian Pulp & Paper Association Directory 2005
Tingkat konsumsi kertas per kapita didapat dengan
membagi total konsumsi kertas dengan jumlah penduduk. Sedangkan
konsumsi per angkatan kerja didapat dengan membagi total konsumsi
dengan hanya jumlah angkatan kerja, sehingga didapat tingkat konsumsi
kertas per pekerja (pegawai).
konsumsi_kertas_per_kapita=
total_konsumsi_kertas/jumlah_penduduk
konsumsi_kertas_per_angkatan_kerja= total_konsumsi_kertas/jumlah_angkatan_kerja
Dengan menggunakan rumus di atas dan data jumlah
penduduk Indonesia tahun 2006 (225 juta), maka akan didapat hasil bahwa
konsumsi kertas per kapita tahun 2006 adalah 27 kg. Bandingkan dengan
negara-negara lainnya yang sumber daya alamnya terbatas seperti
Singapura dengan konsumsi kertas per kapita mencapai 154 kilogram per
kapita, Malaysia 115 kilogram, Thailand 40 kg, China 45 kg, Amerika
Serikat 301 kg, dan Jepang 242 kg (lihat Tabel 2).
Sedangkan bila nilai tabel 1 di atas diasumsikan
hanya digunakan oleh para pekerja dan angkatan kerja Indonesia (sebesar
108 juta), maka konsumsi kertas per angkatan kerja (pegawai) Indonesia
tahun 2006 adalah 55 kg kertas.
Tabel 2. Rata-Rata Konsumsi Kertas Per Kapita Per Negara tahun 2006
negara
|
konsumsi per kapita
|
urutan dunia
|
|
negara
|
konsumsi per kapita
|
urutan dunia
|
|
|
|
|
|
|
|
Luxembourg
|
334
|
1
|
|
Inggris
|
201
|
15
|
Finland
|
325
|
2
|
|
New Zealand
|
189
|
17
|
United States
|
301
|
3
|
|
Korea, Rep
|
173
|
20
|
Austria
|
277
|
4
|
|
Singapore
|
154
|
23
|
Belgium
|
250
|
5
|
|
Malaysia
|
115
|
28
|
Denmark
|
244
|
6
|
|
Thailand
|
51
|
55
|
Canada
|
242
|
7
|
|
China
|
45
|
57
|
Japan
|
242
|
8
|
|
Indonesia
|
27
|
84
|
Germany
|
232
|
9
|
|
Philippines
|
18
|
88
|
Netherlands
|
227
|
10
|
|
Viet Nam
|
15
|
94
|
Sweden
|
220
|
11
|
|
Brunei
|
13
|
100
|
Switzerland
|
216
|
12
|
|
Cambodia
|
2
|
152
|
Italy
|
206
|
13
|
|
Myanmar
|
2
|
158
|
Australia
|
210
|
14
|
|
Laos
|
1
|
175
|
|
Sumber: Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia & Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia & World Resource Institute
Bila kertas yang digunakan adalah kertas ukuran A4
dengan berat 5gr/lembar, maka konsumsi kertas per kapita adalah 5.400
lembar atau sekitar 15 lembar/hari atau 11 rim/tahun. Misalnya harga
rata-rata kertas per rim-nya adalah Rp 30 ribu maka konsumsi kertas per
kapita per tahun adalah sekitar Rp 330 ribu.
Sedangkan konsumsi kertas per angkatan kerja adalah
11.000 lembar atau sekitar 30 lembar/hari atau 22 rim/tahun, atau
setara dengan Rp 660 ribu per angkatan kerja per tahun.
Berarti biaya perusahaan (company cost) dari 22 rim
kertas yang digunakan oleh per angkatan kerja per tahunnya adalah 31 x
Rp 318 ribu = Rp 20,46 juta per pegawai. Bayangkan bila satu perusahaan
memiliki 100 pegawai, berarti total biaya konsumsi kertasnya sebesar
lebih dari Rp 2 Milyar.
Sedangkan biaya lingkungan (environmental cost) dari
55 kg kertas per angkatan kerja Indonesia setara dengan 0.6 ? 0,9 pohon
per orang per tahun, berarti setiap tahunnya sekitar 65 ? 97 juta pohon
ditebang untuk memenuhi kebutuhan akan kertas para angkatan kerja di
Indonesia.
Contoh lain, dalam sebuah program ?Cleaning Day?
yang diadakan oleh sebuah perusahaan sumber energi di daerah bisnis
Kuningan, Jakarta, terkumpul ?sampah? kertas tak terpakai sebanyak 2
ton kertas, selama kurun waktu lima tahun menghuni gedung tersebut.
Jika mengambil data riset terakhir bahwa dari total jumlah sampah yang
dihasilkan, 30-40% merupakan sampah kertas, berarti bayangkan berapa
besar beban tambahan yang harus ditanggung oleh gedung untuk menampung
kertas dan sampahnya (5-7 ton sampah)? Itu baru dari satu perusahaan
yang 3 lantai dari 18 lantai yang ada, bagaimana dengan perusahaan di
lantai yang lainnya?
kurnia.blogsome.com
|