|
Saya begitu antusias menanggapi posting mBak @Qudsyy yang berjudul HURA HURA ATAS NAMA AGAMA. Saya meragukan apakah benar acara Dzikir bersama ini diinstruksikan oleh salah satu Departemen Pemerintah saat ini.
Namun, saya terbelalak membaca berita singkat di salah satu media elektronik bahwa Presiden menyelenggarakan Dzikir bersama pada pergantian tahun, dan tidak mau ketinggalan Wapres mengadakan juga. Hebat Indonesia ! Kompak !
Saya tidak tahu apakah pergantian tahun itu 1 Januari, atau 1 Muharrom, tapi yang relevan tentu 1 Muharrom. Atau supaya nampak lebih hebat, mengadakan dua kali aja ! Aneh juga tokoh kita saat ini, tetapi kalau boleh saya memahami suatu analisis bahwa kegiatan itu adalah kegiatan seremonial, yang hanya ingin nampak bahwa Presiden dan Wapres sangat perhatian kepada rakyatnya.
Dengan demikian diharap rakyat LUPA bahwa Pemerintah saat ini dipenuhi kegagalan yang menyolok khususnya dalam mensejahterakan rakyatnya. Lihat aja kebijakan tentang bahan bakar, mulai dari minyak tanah, sampai premium. Kegagalan dalam mengantisipasi bencana juga sangat menyolok, lalu akhir-akhir ini berkilah, itu tanggungjawab daerah.
Nah, rupanya Dzikir bersama itu, untuk meninabobokkan rakyat agar lupa segala kegagalan selama ini, dan memuji bahwa Presiden dan Wakilnya sungguh islamy, buktinya DZIKIR BERSAMA, nanti layak dipilih lagi. Naudzubillah min dzalik !
Masya'Alloh ! Mau dibawa ke mana negeri ini !
|