Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
POSTING ANDA
Minggu, 30 September 2007
Tolong Ane, Bang Fauzi
Tags: NewsPilpres2009, busway
Jumat petang, (28/9) di perempatan Tendean-Mampang. Arus kendaraan sebenarnya tak terlalu padat. Tapi, polantas yang bertugas tetap saja mengarahkan kendaraan pribadi yang bergerak dari Kuningan untuk masuk jalur masuk busway yang ke arah Ragunan. Melihat sikap polantas itu, aku jelas jengkel. Sudah terbayang, laju busway bakal terhambat."Bisa-bisa buka puasanya di atas busway nih,"aku membatin khawatir. Kejengkelan bin kekhawatiran itu mendorong aku berinisiatif. Setelah sebuah busway sarat menumpang berlalu, aku dengan sengaja berdiri di tengah-tengah jalur busway itu. Tujuannnya tak lain untuk menghambat laju kendaraan pribadi yang mencoba menerobos jalur busway. Aksiku ini rupanya dilihat oleh si polantas. Dengan tongkatnya, dia mengisyaratkan aku supaya minggir. Aku bergeming.Aku lihat dia mulai dongkol. Selangkah ia bergerak mendekati aku. Melihat gelagatnya, akupun berkata pada dia,"Ini jalur busway. mobil nggak boleh masuk.". Mendengar ucapanku, dia kayaknya tambah jengkel."Minggir..minggir,"kali ini dia bersuara, jelas memerintahkan aku untuk berbuat apa. Seraya begitu, dia terus mengarahkan mobil pribadi untuk masuk jalur busway. Melihat aku tak bergerak, dia tambah murka. Mukanya berkerut, suaranya tambah sangar. Pengendara pribadi yang melihat gegalat polisi tentu saja dengan senang hati untuk menabrak aku. Terpaksa, deh, aku minggir. Maklum, aku kan bukan superman. Setelah di atas busway, dugaan ku benar. Laju bus tersendat. Soalnya, ada banyak mobil di depan bus yang menghalangi. Dari arah sebaliknya sama saja. Edan...Edan.... Aku benar-benar nggak habis pikir dengan polantas itu. Sebagai warga, aku berinisiatif untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Eh, aku malah dimarahin. Sudah begitu, malah dia sebagai pelayannya masyarakat yang menyuruh warga lain untuk melanggar peraturan. Dunia sudah bolak-balik kalau begini kejadiannya. Tingkah polantas itu makin mengentalkan keyakinanku bahwa polisi hanya memandang sebelah mata terhadap Pemda DKI. Terbesit pikiran, jangan-jangan karena bung Yos udah mau pensiun jadi dianggap sudah nggak punya taring lagi. Kalau benar begini, bang Fauzi yang kudu turun tangan. Ayo, bang Fauzi, Ente bisa!
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved