(berpolitik.com) Jika ingin menjadi kandidat politik sekelas presiden, Anda perlu bersiap-siap. Tak hanya kehidupan pribadi yang bakal dikorek-korek, orang-orang di sekitar Anda pun tak bakal luput dibidik. Tujuannya tentu saja hanya satu: menjegal langkah ke kursi RI-1. Dalam pilpres 2009 ini, strategi mengincar orang dekat sang kandidat rupanya sudah dimulai.
Tengoklah apa yang dialami Sri Sultan Hamengku Buwono X. Setelah resmi mendeklarasikan pencalonannya, PPP langsung menyatakan minatnya untuk mengusung dirinya. Tapi, hanya dalam hitungan hari, PPP dengan santainya meralat niatan politiknya itu. Apa pasal? Menurut para petinggi PPP, hal itu disebabkan karena posisi istri Sultan, GKR Hemas, sebagai penolak UU Pornografi.
Seriuskah alasan itu? Dalam pengamatan berpolitik, alasan itu terkesan dibuat-buat. Sebab, sejatinya GKR Hemas sudah terlibat penuh sejak RUU ini masih bernama RUU Pornografi dan Pornoaksi. Bahkan, Hemas dapat disebut sebagai salah satu icon-nya aliansi Bhineka Tunggal Ika yang menjadi motor gerakan penolakan terhadap RUU tersebut.
Sungguh naif jika elit PPP tidak mengetahui fakta sederhana ini. Karena itu, cukup beralasan jika ada pengamat yang menyebut, aksi politik PPP hanyalah sekadar panggung untuk memojokkan Sultan belaka.
Salah satu kandidat kuda hitam lainnya, Prabowo Subianto juga mulai merasakannya. Sang adik, Hasjim Djojohadikusumo, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian arca-arca milik keraton Surakarta. Sebelumnya, posisi Hasjim hanyalah saksi korban belaka.
Bahkan, sebuah sumber menyebutkan, setidaknya masih ada dua nama lagi yang bakal diseret-seret jika langkah Prabowo makin moncer saja dalam bursa capres dan atau cawapres. Yang pertama adalah adik dari Sudrajat Djiwandono. Sebagaimana diketahui, mantan Gubernur BI adalah kakak ipar Prabowo. Dan yang kedua ya Sudrajat sendiri. Tetapi belum terang benar dengan kasus apa kedua orang itu bakal dijerat.
Nasib yang sama sepertinya bakal dialami penantang terkuat SBY, Megawati. Sumber berpolitik menyebutkan, orang dekat Megawati yang akan diincar tak tanggung-tanggung: Taufik Kiemas. Dan, kasus yang mau dipakai untuk menjeratnya pun terbilang kakap: BLBI.
Menurut sumber ini, Taufik Kiemas akan dibidik keterlibatannya sebagai aktor intelektual dari lahirnya Inpres No 8 Tahun 2002. Berdasarkan Inpres inilah diterbitkan sekitar 30-an Surat Keterangan Lunas kepada para obligor BLBI.
Pada mulanya, banyak yang menduga, nama TK, begitu suami Megawati ini kerap disapa kalangan dekatnya, akan disangkutpautkan dengan penjualan murah Indosat ke Temasek. Tapi, dugaan itu luntur setelah Laksamana Sukardi di-SP3-kan dalam kasus penjualan tanker milik Pertamina.
Jadi, kalau masuk melalui Indosat, mau tak mau Laksamana bakal terantuk lagi. Ini, kata dia, sesuatu yang tak diharapkan. Sekedar catatan, Laksamana adalah ketua Pimpinan Kolektif PDP, partai yang didirikan oleh eks pentolan PDIP.
Dan, bagaimana dengan incumbent? Sejauh ini belum ada kabar-kabur yang beredar di publik. Toh, begitu, di kalangan yang lebih terbatas, kasak-kusuk tentang sepak terjang sosok figur yang dekat dengan SBY sudah jadi pembicaraan.
Kalau diramu secara tepat, niscaya kasak-kasuk (lebih tepat omelan!) itu bisa jadi bumbu nan sedap untuk menggerus elektibilitas SBY. Yang perlu diingat, figur dekat SBY ini terbilang sangat reaktif dan peka. Jadi, kalau tak cermat Anda bakal dibalas tuntas.
Hmm, ada yang berani mencoba? |