Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Selasa, 18 November 2008
Ulasan
Capres Alternatif: Penggembira, Jadi-Jadian atau Penantang Kuat?
Tags: Capres_Alternatif, SBY, Megawati
<b>(berpolitik.com)</b> Sungguhpun akan diikuti 3 calon pasangan presiden dan wakil presiden, pilpres 2009 bukan jaminan akan berlangsung menarik dan ketat. Ini terutama sekali terjadi jika calon alternatif di luar SBY dan Megawati itu hanya
<b>(berpolitik.com)</b> Sungguhpun akan diikuti 3 calon pasangan presiden dan wakil presiden, pilpres 2009 bukan jaminan akan berlangsung menarik dan ketat. Ini terutama sekali terjadi jika calon alternatif di luar SBY dan Megawati itu hanya "kelas penggembira"

Apa yang dimaksud dengan "kelas penggembira"?

Dalam artian sederhana, dia adalah capres yang sekadar meramai-ramaikan saja tanpa punya peluang untuk menang sama sekali. Dalam pengertian yang lebih spesifik, capres penggembira adalah figur yang dipersepsi tak mungkin mengalahkan Megawati.

Saat ini, Megawatilah yang dinilai sebagai penantang terkuat SBY. Jadi, kalau capres alternatif itu tak bisa melampaui Megawati, otomatis dia juga bukan ancaman bagi SBY.

Skenario ekstrimnya, tentu saja, bukan tidak mungkin tidak bakal ada capres alternatif, bahkan kelas penggembira sekalipun jika parpol-parpol kelas menengah dan kecil merasa peluang calon alternatif untuk mengalahkan SBY terbilang tipis. Dalam situasi seperti itu, parpol yang terlibat dalam koalisi sangat mungkin tetap berdiri di belakang SBY, sedangkan parpol baru yang cukup mendapat suara berhimpun menyokong Megawati.

<b>Jadi-Jadian</b>
Situasinya bakal menarik jika prediksi sejumlah ekonom benar. Yaitu, kemungkinan terjadinya pendalaman krisis keuangan di tanah air pada akhir tahun ini dan atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2009. Jika perekonomian memburuk, tentu saja tingkat kepuasaan terhadap SBY-JK akan kembali terjerembab.

Pada saat yang sama, SBY bakal akan semakin derita karena pada waktu itu lawan-lawannya, baik yang masuk gelanggang ataupun tidak, akan semakin agresif menebar "dosa-dosa"-nya. Aliran informasi baru itu niscaya bakal menjadi pupuk untuk menyuburkan ketidaksenangan pemilih terhadap kinerja pemerintahan.

Pada titik inilah, partai-partai pengusung SBY sangat boleh jadi akan berani melakukan perjudian politik dengan menyokong kandidat alternatif atau menyebrang ke kubu Megawati. Tapi, ada baiknya tidak buru-buru bersenang hati bakal melihat pertarungan yang seru,ketat dan menegangkan.

Alih-alih untuk menjadi pemenang, sangat boleh jadi capres alternatif itu sengaja disokong, dimajukan dan didukung untuk melempangkan jalan salah satu kandidat belaka. Capres alternatif ini sengaja dihadirkan untuk menggerus suara pesaing dari kandidat tersebut.

Bisa juga sekadar disiapkan untuk menjadi 'petarung' untuk berkampanye negatif secara frontal dan brutal dengan kompetitor dari kandidat tersebut. Dan, kabar buruknya, sanga capres alternatif ini sangat boleh jadi tidak mengetahui dirinya semata disiapkan untuk itu.

<b>Penantang Kuat</b>
Padahal, sejatinya, sebagian masyarakat justru mengharapkan kabar baik: adanya capres alternatif yang bukan kelas penggembira atau apalagi kelas "jadi-jadian". Dari beberapa nama yang sudah dilansir ke publik, sekurang-kurangnya ada tiga nama yang diperkirkakan punya potensi menjadi capres alternatif betulan nan tangguh. Ketiga nama itu adalah Prabowo Subianto, Sultan Hamengku Buwono X ataupun Hidayat Nur Wahid.

Ketiga nama ini memang punya rekam jejak yang dipermasalahkan oleh sejumlah pihak. Tapi dalam keterbatasan pilihan, publik sepertinya mulai mempertimbangkan dengan serius kemungkinan untuk menaruh harapan ke salah satu dari tiga figur tersebut. Sayangnya, persis berseberangan dengan itu, parpol-parpol menengah masih enggan untuk mengambil langkah drastis.

Jadi, bila Anda termasuk orang yang menginginkan adanya figur baru memimpin republik ini, mulailah berinvestasi dengan caranya masing-masing memberi dukungan kepada capres idaman Anda masing-masing. Dan, itu tak harus ketiga nama yang sudah disebut di atas. Berani?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved