Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Selasa, 14 Oktober 2008
Ulasan
Wah, Pemilih Tergiring Memblejeti Penantang Saja
Tags: SBY, Pilpres, metode_memilih
<b(berpolitik.com): Tingkat keterpilihan Sultan HB masih tidak stabil. Sewaktu kali pertama namanya dimasukkan dalam jajak pendapat, dia langsung menjadi kandidat yang layak diseriusi. Namun, selanjutnya, laju Sultan seperti tertatih-tatih.>
(berpolitik.com): Tingkat keterpilihan Sultan HB masih tidak stabil. Sewaktu kali pertama namanya dimasukkan dalam jajak pendapat, dia langsung menjadi kandidat yang layak diseriusi. Namun, selanjutnya, laju Sultan seperti tertatih-tatih. Apa yang menyebabkan langkah Sultan terseok-seok? Ada berbagai macam alasan yang diwacanakan oleh berbagai pihak. Dan, semuanya secara persuasif menggiring benak pemilih untuk pelan-pelan mengeliminasi raja jawa ini sebagai capres alternatif. Dari sisi pencalonan, umpamanya, sudah terlalu sering didengungkan bahwa sejatinya tak ada parpol yang benar-benar serius untuk mencalonkan dirinya. Tak terkecuali parpol kecil sekalipun. Untuk sebagian besar ini disebabkan keyakinan di dalam hati bahwa Sultan tak cukup punya duit untuk berkontestasi. Wacana Membusukan Juga ada dari sisi yang lebih personal sifatnya. Yang sudah diselancarkan, terus mengemuka wacana agar Sultan tetap fokus memimpin DIY. Sekurang-kurangnya, Sultan mesti mengawal pembahasan RUU Keistimewaan Yogyakarta dalam 3 tahun ke depan sehingga tak layaklah kalau mencalonkan diri dalam pilpres. Yang beredar diam-diam, mulai ditularkan wacana soal karakter. Ada yang mengabarkan Sultan pembohong. Ini dikaitkan dengan soal polemik RUU Keistimewaan DIY. Ada pula kabar yang menyebutkan jiwanya 'komersil'. Ini dikaitkan dengan sepak terjang bisnis milik keraton, termasuk soal alih fungsi beberapa lahan milik keraton untuk pasar modern dan hotel. Dan, tak lengkap kiranya kalau tak ada isu perempuan dan perjudian. Yang terakhir ini dikaitkan dengan lelakon yang tak terpisah dirinya sebagai raja. Tidak terlalu jelas kebenaran dari kabar-kabar. Yang sudah pasti, apresiasi terhadap Sultan dipastikan bakal tergoyahkan. Mereka yang dulunya bersimpati kini mulai bertanya-tanya, mereka yang meragu kian mantap menjauh. Evaluatif Bisa, Proyektif Bisa Dalam konteks pilpres, sudah nasib kontestan politik diblejeti. Terkadang dengan data yang akurat, tapi lebih sering lagi tidak. Jika tak sigap meladeni, sang kontestan pastinya bakal tersudut. Ia bakal didefinisikan oleh pesaingnya. Padahal aturan paling awal dalam berkontestasi adalah mendefinisikan diri sendiri sembari mendefinisikan lawan sebagai apa dan bukan sebaliknya. Yang jadi soal adalah jika satu per satu kandidat yang berposisi sebagai penantang telah "didefinisikan" oleh pihak lain. Jika ini yang terjadi, incumbent tak perlu kerja keras. Apa pasal? Secara sederhana, pemilih umumnya berfokus terlebih dahulu pada incumbent. Dalam hal ini dia melakukan evaluasi terhadap kinerja sang incumbent. Jika dia merasa tak puas dan atau merasa incumbent terlalu banyak mengingkari janji pemilu-nya, maka otomatis dia akan berpaling kepada penantang. Jikalau ada lebih dari satu penantang, pemilih bakal melakukan proyeksi atas janji kampanye mereka. Dalam hal ini ia akan menelisik kemungkinan terealisasinya janji-janji tersebut dan janji-janji kebijakan itu haruslah yang paling dekat dengan kebutuhannya. Tapi, prosesnya juga bisa berlangsung sebaliknya. Pemilih memulai dengan cara memberi proyeksi terhadap para penantang. Jikalau dia merasa kondisi ekonomi atau yang lainnya bakal lebih buruk jika penantang yang memenangkan kontestasi dan atau dia merasa tak menyakai karakter dari penantang yang ada, maka otomatis dia akan memilih sang incumbent, seberapapun jebloknya kinerja yang bersangkutan. Karena itu, virus "tak ada pilihan selain SBY" sudah sepantasnya tak dianggap angin lalu. Virus ini bekerja untuk menggiring fokus pemilih kepada para penantang dan bukan kepada SBY. Nah, wahai para penantang SBY, bergegaslah jika tak ingin jadi pecundang (lagi).
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved