Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Kamis, 09 Oktober 2008
Apa Kata Anda
Siapa yang Pantas jadi Cawapresnya Megawati?
Setelah SBY dan JK
Setelah SBY dan JK "resmi" berpasangan lagi, tak ayal banyak kalangan mulai menebak-nebak siapa yang pantas mendampingi Megawati. Soalnya, jika salah memilih, Megawati bakal dipermalukan untuk kedua kalinya: keok lagi melawan SBY-JK.

Meski Megawati mengaku sudah punya calon wapres di dalam hatinya, banyak yang meyakini itu hanya lips services belaka. Yang lebih diyakini, orang-orangnya Megawati tengah jungkir balik menghitung berbagai skenario untuk mencari cawapres yang paling pas.

Terkait itu, banyak saran telah disuarakan. Ada yang bilang cawapres Mega harus dari kalangan Islam. Kali ini, kata pengusul, Mega lebih baik melirik tokoh Islam dari kalangan Modernis saja. Tak heran jika kemudian nama Hidayat Nur Wahid hingga Din Syamsuddin pun disebut-sebut.

Ada juga yang menyarankan agar Megawati menggandeng tokoh militer yang dipersepsi punya karakter berani dan tegas. Dalam hal ini, berseliweran nama Wiranto, Prabowo, Ryamizard Ryacudu dan juga Sutiyoso. Di antara jenderal-jenderal ini, Ryamirzad punya keuntungan geo-politik: termasuk dalam kategori non-Jawa.

Terkait urusan jawa-non jawa ini, Megawati juga pernah disarankan untuk menggandeng tokoh-tokoh yang bisa dianggap merepresentasikan luar jawa. Dalam hal ini ada sejumlah nama disodorkan, dari mulai Tifatul Sembiring, Fadel Muhammad dan juga Din Syamsuddin sendiri.

Yang lain, menyarankan Megawati menggandeng tokoh muda atau tokoh yang diakui publik punya kompetensi khusus untuk menutupi kekurangan yang melekat pada dirinya. Meski terkesan mengada-ada, nama Sri Mulyani pun disebut-sebut sebagai sosok yang pas.

Tentu saja ada juga yang usulan yang terbilang kurang ajar. Menurut mereka, sebaiknya Megawati tak usah mencalonkan diri saja. Berpasangan dengan siapapun bakal keok. Lebih baik Megawati mulai "berinvestasi" demi kepentingan partai untuk pemilu 2014. Dalam hal ini, dia bisa saja memberi peluang kepada tokoh muda partainya untuk jadi cawapres dari kandidat yang punya kemungkinan mengalahkan SBY-JK.

Nah, menurut Anda, bagaimana?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved