| Apa Kata Anda |
| Minggu, 28 September 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Lagi-Lagi Produk China Mengancam Kita... |
Produk impor China kembali bikin geger. Ini terkait dengan temuan adanya produk susu dan turunan asal China yang mengandung melamin berkadar berkisar 8,51 mg per kg (ppm) sampai 945,86 mg per kg (ppm). Dari 21 produk yang teridentifikasi, 6 di antaranya ditemukan beredar di tanah air. Yaitu,
- Guozhen (susu bubuk full cream, dipasarkan lewat MLM)
- Oreo Wafer Stick (hanya yang buatan China. Produk buatan Indonesia aman),
- M & M's (kembang gula, bungkus kuning dan bungkus coklat),
- Snickers (biskuit),
- White Rabbit (kembang gula, kemasan merah & hijau)
- Soybean Drink with Milk (kemasan hijau dan kuning, termasuk Soyspring Instant Milk Cereal dan Soyspring Instant Peanut Milk).
Sementara itu, di antara 16 produk yang tak ditemukan di pasar itu antara lain: Jinwei Yougoo, Meiji Indoeskrim Gold Monas, Oreo Chocolate Sandwich Cookie, Dove Choc, Merry X-Mas (kembang gula), Penguin (kembang gula), Nestle Nesvita Materna (makanan ibu hamil dan menyusui) dan Nestle Milkmaid (selai susu).
Sebelumnya, eetahun yang lalu, tepatnya sekitar bulan Juli - Agustus 2007, publik juga dikejutkan dengan temuan adanya produk-produk makanan, terutma permen asal China yang mengandung formalin. Di antaranya yang teridentifikasi adalah "White Rabbit Candy", "Kiamboy", "Black Currant", "Classic Candy", "White Rabbit" bentuk cairan, dan "Manis Plasma". Produk ini rata-rata tak memiliki izin beredar, kecuali "White Rabbit" yang dilengkapi dengan keterangan Depkes RI SP No. 231/10.09/96.
Sejatinya, bukan cuma produk makanan China yang kerap menghebohkan konsumen di dunia. Di Swedia dilaporkan, toko-toko setempat beramai-ramai menarik kembali handuk impor asal China yang mereka perdagangkan. Pasalnya, ditemukan adanya bahan beracun yang dipakai untuk membuat handuk tersebut.
Mattel, produsen mainan terbesar asal AS, Mattel Inc. perusahaan mainan telah mengumumkan penarikan 18,2 juta lebih produk buatan China-nya. Ini,lagi-lagi, terkait ditemukannya bahan-bahan beracun pada bahan baku plastik yang dipergunakan untuk membuat mainan tersebut. Di sinyalir, banyak mainan produk China lainnya juga mengandung bahan beracun. Toh, begitu, tak menghalangi produk itu membanjiri pasar domestik di tanah air sebagaimana terlihat di salah satu sentra penjualan mainan anak impor di Jakarta, Plumpang, Jakarta Timur.
Sejatinya, tak hanya produk asal China yang berbahaya yang banyak beredar di pasar domestik. Di supermarket besar malah tak jarang ditemukan produk makanan hingga elektronik yang tak menyertakan keterangan apapun yang menandakan barang tersebut telah diperiksa lembaga terkait yang diimpor dari berbagai negara. Dengan kata lain, ini menyiratkan pasar dalam negeri telah dijarah produk-produk ilegal dari mancanegara.
Di satu sisi, produk-produk impor illegal ini memang bikin rakyat "senang": bisa berbelanja dengan harga murah. Di sisi lain, ada ancaman terhadap kesehatan yang tak disadari. Yang nyata-nyata, produsen dalam negeri babak belur dihajar produk-produk illegal.
Tak susah untuk mendeteksinya. Untuk soal tekstil, pemerintah dengan mudah menemukannya di pusat grosir terbesar di tanah air: tanah abang. Tapi, barangkali pemerintah tutup mata saja. Sebab kalau ada razia besar-besaran, banyak orang akan ngedumel karena tak bisa beli baju baru.
Bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|