| Apa Kata Anda |
| Senin, 22 September 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Konvoi Berbagi Sahur, Siapa Menikmati Apa? |
|
Ada banyak cara memeriahkan bulan ramadhan pada malam dan dini hari. Ada yang memilih bertadarusan di rumah. Ada yang memilih beritikaf di mesjid.
Di Jakarta khususnya, ada juga yang memeriahkan bulan suci ini dengan cara berbagi sahur. Yang melakukan biasanya perusahaan dan dilakukan dengan iringan mobil dan motor yang luar biasa panjangnya, lengkap dengan pengawalan mobil patwal atau polisi yang menunggangi motor besar.
Kalau berpasangan dengan mereka, Anda kerap terpangka minggir. Jika kebetulan anda sedang berada di belokan, bisa dipastikan, anda bakal dipaksa menunggu sambil konvoi itu berlalu.
Meski begitu, tak jarangan iringan itu terputus. Akibatnya, rombongan itu terpaksa berhenti menunggu iringan yang tercecer. Dan, untuk berhenti, mereka seperti tak bermasalah untuk memarkir kendaraannya dimana saja.
Pada malam minggu kemarin (20/9),misalnya, pertigaan Mangga Besar Pasar Minggu mendadak ramai dan padat ketika jarum jam menunjuk pukul 00.30 lewat. Arus lalu lintas pun tersendat.
Ini dikarenakan puluhan mobil dan sebagian motor yang berstikerkan sebuah perusahaan yang menjadi dealer motor gede buatan Amerika Serikat berjejer-jejer di dekat lampu merah pertigaan tersebut. Sebagian pengendara yang melintas sepertinya bisa memaklumi.
Yang tidak, secara demonstratif membunyikan klaksonnya. Orang-orang dari perusahaan itu meski melihat berusaha melengos saja, barangkali tahu tindakannya itu sebenarnya tak patut.
Selain membuat "susah" pengendara lain, rombongan pembagi makanan yang digerakkan oleh berbagai kelompok dan usaha bisnis ini juga menuai kritik. "Bayangkan, mereka tuh menikmati pawai. Kalau dibandingkan dengan makanan yang dibagi dengan biaya bensinya, jangan-jangan lebih mahal untuk beli bensinnya. Udah gitu, pakai bensin subsidi lagi. Itu mah berat diongkos dan jatuhnya jadi mubazir," ungkap seorang yang menonton iringan konvoi itu.
Yang lain mengomentari manfaatnya. Di Jakarta memang banyak pemulung dan fakir miskin. Karena cukup banyak kelompok konvoi dengan rute yang saling tindih, besar kemungkinan para target sasaran penerima makanan sahur ini menerima lebih dari 1 kotak makanan. Sementara di tempat lain, ada kemungkinan mereka terabaikan.
Nah, bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|