Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Sabtu, 13 September 2008
Apa Kata Anda
Daging Sampah, Apa Artinya Buat Konsumen?
7
Ini kreativitas yang tak patut ditiru. Bagaimana tidak. Mereka mengumpulkan daging-daging sampah dari restoran dan hotel untuk diolah lagi. Untuk kian memikat pembeli, tak lupa dilumuri pewarna tekstil. Dan, daging daur ulang ini dijajakan pula ke pasar-pasar tradisional. Menurut pelakunya yang telah dibekuk polisi dan aparat pemda DKI, pedagangan daging daur ulang ini sudah berlangsung selama 5 tahun. Cukup mengherankan juga karena butuh waktu demikian lama untuk mengungkap kejahatan konsumen ini. Untungnya, pemberitaan ini tak membuat kepanikan masyarakat. Namun, tak urung kekhawatiran pun menyeruak. Soalnya, masih banyak modus lain yang mencemari makanan yang kita beli, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Jikalau mencermati tulisan dokter Handrawan Nadesul (baca: di sini), sepertinya kita sudah terkepung makanan beracun sedari lama dan sejak kecil. Dengan tak mengesampingkan sikap ceroboh dan irasional konsumen (seperti tak curiga dengan harga jual daging yang super murah), kita rasanya tak terlalu berlebihan untuk menanyakan ketegasan dan keseriusan pemerintah melindungi rakyatnya selaku konsumen, baik dari produk dalam negeri maupun produk luar negeri yang tak berregister tapi banyak beredar di pasar-pasar modern maupun tradisional. Bagaimana menurut Anda?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved