Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Jumat, 29 Agustus 2008
Apa Kata Anda
SBY Marah-Marah Lagi...
"Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!" Inilah kata-kata yang disemprotkan SBY dalam rapat sidang kabinet yang berlangsung kemarin (28/8). Ucapan itu ditujukan kepada tiga pejabat tinggi yang dilihatnya malah asyik ngobrol sendiri.

Meski sulit dipastikan, ketiga pejabat yang jadi sasaran kemarahan SBY adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, Kepala BKPM M Lutfi, dan Kepala BPS Rusman Heriawan. Rusman, sebagaimana dikutip Rakyat Merdeka (29/8), mengakui bahwa dirinya memang ngobrol dengan sejawatnya tatkala rapat tengah berlangsung. "Kami sedang merespon ucapan Presiden," katanya sembari mengaku telah berbuat khilaf.

Ini mengingatkan teguran serupa yang pernah dilakukan SBY dalam Forum Pembekalan Konsolidasi Pimpinan Daerah di Gedung Lemhannas pada 8 April lalu. Ketika itu, ada seorang kepala daerah yang ketahuan tengah tidur ketika SBY berpidato. "Tolong bangunkan yang tidur itu. Kalau mau tidur, silahkan di luar saja," tegur SBY. Muladi, selaku Gubernur Lemhanas, mencoba membela dengan menyatakan, acaranya memang padat sehingga kepala daerah itu tertidur karena kecapean.

Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali April lalu bilang marah-marah SBY tak bisa menghasilkan persepsi bahwa SBY kini jadi tegas. Kesimpulan yang lebih mungkin, SBY orangnya mudah marah. Tapi bisa jadi pejabat terkait memang keterlaluan.

Tapi, urusan tidur atau mengabaikan orang yang tengah berpidato / berbicara sejatinya bukan monopoli para pejabat. Para anggota DPR sudah berapa kali terekam kamera sedang tertidur pulas, membaca orang, ngobrol ketika ada yang sedang berbicara di podium. Tapi, sejauh ini, tak ada yang memaki mereka secara langsung. Kalau menyindir, sih banyak. Apalagi, partai-partai yang mengusung mereka juga tak memberi teguran pula. Jadi, klop, deh.

Meski begitu, ada yang bilang agar tak segera mengambil kesimpulan bahwa SBY lebih baik daripada pimpinan DPR dalam urusan ini.

Nah, bagaimana menurut Anda?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved