| Apa Kata Anda |
| Senin, 28 Juli 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Antara Ivan Gunawan, Ryan dan Polytron |
|
"Ijah, lu mau bawa kemana tv gue? Beli dong," ucap Ivan "Madam" Gunawan denga gaya kenes kepada Ruben Onsu yang tengah menggotong sebuah televisi . Ya, tak salah ini adalah adegan sebuah iklan televisi anyar keluaran Polytron.
Kalau ditilik dari sisi kreatif, iklan itu terbilang biasa-biasa saja. Kalaupun jadi pembicaraan lebih karena penggunaan selebiriti Ivan Gunawan dan Ruben Onsu. Pilihan kepada mereka pastilah menilik popularitas keduanya yang tiba-tiba melesat berkat acara "Super Seleb" di Indosiar yang lantas diikuti dengan berbagai acara "turunan"-nya.
Penggunaan selebriti sebagai endoser produk dalam dunia periklanan adalah praktik standar. Nike, misalnya, meminjam Michael Jordan. Di dalam negeri, Promag menggandeng Dedy Miswar, dst.
Nah, persoalannya, biasanya figur yang dipakai sebagai bintang iklan atau malah juru bicara produk pastilah figur-figur terkenal yang reputasinya positif di mata publik. Dalam hal ini, Polytron seperti hendak menantang arus.
Soalnya, figur Ivan sang "Madam" sudah kadung dianggap bermasalah. Dengan tampilan ala perempuannya dan jokes-nya yang kerap menyerempet, telah bikin sebagian orang gerah. Bahkan, tak kurang Komisi Penyiaran Indonesia sudah melabel acara Super Seleb sebagai 1 dari 10 acara "berbahaya".
Kebancian Ivan jelas berbeda dengan lenggak-lenggok yang dilakoni Aming. Para penonton masih melihat ada distingsi antara peran yang dimainkan dengan sosok Aming yang sebenarnya.
Hal itu tak terjadi pada sosok Ivan. Kebanyakan menganggap apa yang ditampilkan Ivan dalam acara Seleb-seleban itu adalah juga figur kesehariannya. Dus, dalam hal ini, Ivan mewakili satu kategori kelompok masyarakat yang belum "bisa" diterima dengan tangan terbuka di republik ini.
Dengan konteks seperti itu, orang-orang pun bertanya apakah Polytron tepat memakai Ivan sebagai bintang iklan produknya? Apalagi penayangan iklan ini nyaris berbarengan dengan maraknya pemberitaan soal pembunuhaan berantai yang dilakukan Ryan, seorang gay yang dijuluki sebuah televisi sebagai "jagal dari jombang".
Jika sentimen negatif pada figur gay atau sosok tak jelas macam Ivan kian berkembang luas, sudah dipastikan produk keluaran Polytron itu bakal menuai masalah juga. Lebih-lebih kalau di kemudian hari ada masalah menyangkut kualitas produknya. Nanti, orang akan bicara,"Maklum aja, ini tv-nya Madam,kan?".
Nah, bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|