Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Kamis, 22 Mei 2008
Apa Kata Anda
Menerawang Keampuhan BLT
Premium sudah pasti naik. Kata Menkeu kenaikan itu mencapai 28,7%. Dengan kenaikan ini, premium yang sebelumnya Rp4.500 per liter akan menjadi Rp6.000, solar dari Rp4.300 menjadi Rp5.500, sedangkan minyak tanah dari Rp2.000 menjadi Rp2.500.
Premium sudah pasti naik. Kata Menkeu kenaikan itu mencapai 28,7%. Dengan kenaikan ini, premium yang sebelumnya Rp4.500 per liter akan menjadi Rp6.000, solar dari Rp4.300 menjadi Rp5.500, sedangkan minyak tanah dari Rp2.000 menjadi Rp2.500.

Sebagi kompensasinya, pemerintah telah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai. Duit yang sudah disiapkan sejauh ini adalah sebesar Rp253,239 untuk 844.730 rumah tangga sasaran di sepuluh kota. Tidak terlalu jelas mengapa hanya 10 kota ini yang mendapat prioritas pertama.

Yang menarik, gelombang penolakan terhadap BLT tak kurang-kurang. Beragam alasannya. Dari mulai bakal salah sasaran dan salah penggunaan, memanjakan warga hingga kemungkinan betrokan di arus bawah memperebutkan BLT. Ini terkait dengan penggunaan data lama BLT 2005. Padahal, data yang lama saja sudah kadung bikin ribut.

Yang setuju bukan tak ada. Menurut kelompok ini, BLT itu seperti gula bagi orang yang sedang kepedasan. Jadi, sifatnya sementara saja. Kalau tak diikuti program konkrit, ya percuma juga. Intinya, memang ada lapisan masyarakat yang harus mendapat bantuan untuk melakukan penyesuaian. Semakin miskin sebuah rumah tangga, pasti semakin sulit melakukan akrobatik menyiasati kerasnya kehidupan.

Nah, bagaimana nasib BLT menurut Anda, akankah bakal jadi 'bantuan langsung tewas' sebagaimana terpampang dalam poster-poster para demonstran atau bisa menjadi katup pengaman sementara bagi keluarga miskin?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved