Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Senin, 19 Mei 2008
Apa Kata Anda
Periksa Angpau Ala KPK
Kelatahan pun dimulai. Setelah Hidayat Nur Wahid, giliran Sultan HB X. Atas nama pembatasan gratifikasi, keduanya harus / secara sukarela membiarkan Angpau dari tamu-tamu yang menghadiri pernikahan dirinya (HNW) dan anaknya (HB X) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kelatahan pun dimulai. Setelah Hidayat Nur Wahid, giliran Sultan HB X. Atas nama pembatasan gratifikasi, keduanya harus / secara sukarela membiarkan Angpau dari tamu-tamu yang menghadiri pernikahan dirinya (HNW) dan anaknya (HB X) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam konteks pemberantasan korupsi, acara periksa angpau ini bolehlah disebut terobosan. Tapi, tak sedikit yang pesimis. Orang-orang berduit tak pernah ngasih kado bernilai tinggi pada saat hari pernikahan. Kado-kado istimewa biasanya sudah dikirim jauh-jauh hari dan melalui cara-cara "tunai' dan atau atas nama pihak ketiga.

Jadi, periksa angpau ala KPK dianggap sekadar 'formalitas' belaka. kalau mau serius, KPK harus melototi tidak saja HNW atau Sultan HB X, tetapi juga pernikahan keluarga pejabat di daerah, anak petinggi militer / polisi, keluarga dirjen dan seterusnya. Dan, tak boleh sebatas angpau di hari pernikahan. Tetapi juga siapa yang sebenarnya menanggung biaya-biaya yang timbul dari pesta tersebut.

Nah, bagaimana menurut Anda?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved