Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Kamis, 24 April 2008
Apa Kata Anda
Wah, Tarif Listrik Lagi......
7
Kalau urusannya penghapusan subsidi, pemerintah sekarang memang jagonya. Sebagaimana diberitakan, pemerintah melalui Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM sedang menyiapkan kajian efektivitas penerapan tarif listrik nonsubsidi. Tarif tanpa subsidi itu sudah diterapkan kepada pelanggan rumah tangga mulai 6.600 VA ke atas. Nantinya, pelanggan 2200 VA juga bakal mesti menikmati tarif listrik nonsubsidi. Pihak pemerintah beranggapan golongan pelanggan ini punya potensi berhemat. Maksud mereka, pelanggan kelompok ini boros listrik. Bisa dimaklumi, pelanggan tipe ini di rumahnya pasti banyak menggunakan peralatan elektronika yang haus energi. Dari mulai AC hingga pengering rambut. Dari mulai dispenser hingga food processor. Solusi tergampang untuk menyiasati perangkap tarif yang menjebak dari PLN ada dua. Pertama, benar-benar berhemat dalam artian segala aktivitas sebisa mungkin dikerjakan secara manual. Tak perlu bikin sari buah atau jus segar, buahnya cukup dikunyah atau beli yang kardusan. kedua,Tukar AC dan peralatan elektronika lainnya dengan keluaran terbaru. Siapa tahu ada yang lebih hemat listrik. Kalau kemudian kantong pelanggan jadi jebol, jangan mengeluh. Pemerintah pasti tak peduli. Soalnya, akivitas konsumsi pelanggan dengan sendirinya menggerakkan perekonomian. Maksudnya perusahaan dagang juga kecipratan untung. Nah, seperti kata pepatah, bukankah ini artinya sekali menggebrak, dua tujuan terengkuh. Bagaimana menurut Anda?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved