| Apa Kata Anda |
| Senin, 21 April 2008 |
| Apa Kata Anda |
| BBM: Naik Sekarang Atau Habis Pemilu? |
|
Seperti pesawat ulang-alik, wacana kenaikan harga BBM juga begitu. Setiap harga minyak melonjak di pasaran internasional, mengemuka usulan kenaikan harga BBM. Tak terkecuali ketika harga minyak sudah menyentuh angka USD 115 per barelnya.
Kali ini tak tanggung-tanggung, Menkeu Sri Mulyani-lah yang membuka wacana. Orang-orang SBY di parlemen pun gerah. "Kalau sampai naik, harga kebutuhan pokok akan naik sehingga menimbulkan gejolak sosial.Ya, kabinet akan dikecam rakyat,"Kata Sutan Bathoegana, wakil Komisi VII DPR dari Demokrat sebagaimana dikutip Rakyat Merdeka (20/4). Ekonom Drajad Wibowo dari PAN juga menyatakan, Indonesia belum siap jika BBM dinaikkan sebab bakal menggerus daya beli masyarakat. Turunannya, industri skala kecil bakal ambruk.
Tapi, tak kurang-kurang yang menyatakan, jika harga BBM terus merangsek, pemerintah harus mulai menaikkan harga BBM. "Ya, jangan sekaligus dan besar. Bertahaplah. Kalau dinaikan 10% saja, itu sudah signifikan. Masalahnya, apa berani SBY menghadapi kekesalan masyarakat kelas menengah yang bawel dan mau enaknya sendiri itu," kata seorang ekonom, prihatin.
Ekonom ini mengakui, BBM bisa saja tak dinaikkan sekarang. Tapi, siapapun yang menang pada 2009, bakal menanggungnya."Persis seperti SBY tempo hari. Nah, sekarang yang kita tunggu adalah sikap kenegarawan dia. Kalau dia berpandangan jauh, logisnya, BBM dinaikkan agar pemerintahan terpilih nanti tak ketiban pulung dan rakyat harus menanggung beban berat sekaligus. Kalau parameternya kemenangan 2009, ya logisnya jangan dinaikkan. Bertahan saja dengan cara apapun."
Nah, kalau menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|