Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Sabtu, 05 April 2008
Apa Kata Anda
Celana Pemijat Bakal Digembok....
7
Aparat Pemda sepertinya sangat kreatif untuk urusan yang bersinggungan dengan moral warga. Setelah Walikota Tangerang mencekal Dewi Persik, Pemda Kota Baru mulai melansir gagasan baru yang diperuntukan bagi para wanita pemijat di panti-panti pijat di kota tersebut. Gagasan itu adalah memasang gembok di celana/rok para wanita pemijat di panti-panti pijat. Ketentuan ini masih bersifat anjuran. "Ke depan, kami akan melegalkan aturan ini menjadi kebijakan pemkot yang tertuang dalam peraturan wali kota,? kata Kepala Satpol PP Kota Batu, Drs Imam Suryono. Yang menarik, Pemda DKI juga berencana mengekor. Menurut anak buahnya Foke, cara ini dipandang bisa menghapus citra buruk panti pijat sebagai sarang esek-esek atau ajang bisnis prostitusi terselubung.Ini menyebabkan imbas negatif pada bisnis pijat kesehatan murni karena disamaratakan sebagai bisnis esek-esek. "Kalau (gagasan) ini memang jalan terbaik kenapa tidak dilakukan,"kata Kepala Subdinas Penelitian dan Pengembangan Dinas Pariwisata DKI, Made Karya Dan, seperti biasa pro kontra pun berseliweran. Ada yang menyoal siapa yang bakal pegang kunci. Ada yang mengusulkan, celana tamu juga harus digembok. Biar adil dan tidak bias gender.Untuk mengantisipasi kejailan melalui tangan, ada yang usul tangan para tamu juga harus diborgol ke sisi ranjang. Tak sedikit yang pesimis. "Kan, masih ada mulut," kata seorang profesional yang suka plesiran ke tempat ini terkekeh-kekeh. Yang lebih serius bukan tak ada. Ide menggembok celana dalam sejatinya tak sama sekali baru. Di Eropa pada era Renaisans, sudah ada pengaman terbuat dari besi yang dipasang di sekitar kemaluan milik wanita.Ketika itu, gagasan dasarnya adalah untuk memastikan hanya hanya suami yang boleh menyentuh istrinya, karena istri dianggap sebagai ?benda? milik pribadi suami. Ini terkait dengan kekhawatiran para terjadinya perselingkuhan. Di Pulau Falster, Denmark celana pengaman ini dikenal dengan nama "Pita Venus". Celana anti selingkuh terbuat dari logam ini sangat ketat sehingga ujung jari pun tidak bisa masuk ke celah antara bahan dan tubuh. Jika si wanita ingin buang air, dia harus minta suaminya untuk membuka. Kalau suami sedang mayun, barangkali si istri terpaksa pipis di celana. Gagasan cawat besi bagi wanita sudah tak terdengar lagi setelah abad 19 berlalu. Tapi, konsepnya memang terus berkembang. Terbaru ada yang mengembangkan celana dalam anti pemerkosaan. Kalau yang terakhir ini tentu saja tidak menyiksa pemakainya dan lebih pada keinginan dari wanita sendiri. Tak urung ada yang bertanya,"Apakah Pemda Kota Batu (dan Jakarta jika jadi mengekor) mau mengembalikan kita ke abad 16-17 ala Eropa?
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved