| Apa Kata Anda |
| Selasa, 25 Maret 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Ayat-Ayat Cinta: Film Dakwah Atau Film Komersial Belaka? |
|
Film Ayat-Ayat Cinta memang fenomenal. Film ini menuai pujian karena dianggap mampu membawakan nilai-nilai Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Tapi, tak sedikit yang kecewa. Pasalnya, film ini terlalu komersial sehingga nilai dakwahnya meluntur.
Dari sebuah milis ada komentar seperti ini,"Sepertinya, untuk saat ini kita belum bisa membuat film Islam yang benar-benar Islami, tidak terhiasi nilai-nilai komersil, sehingga nilai dakwah yang diharapkan menjadi luntur.". Ada banyak contoh yang disebutkan untuk menguatkan kesimpulan tersebut.
Misal saja, "banyaknya adegan khalwat antara Fahri dengan Maria, terutama di tepi sungai Nil. Akhirnya terkesan di antara keduanya telah terjalin hubungan spesial. Apakah Fahri yang S2 Al-Azhar tidak tahu kaidah ini:'Tidaklah seorang muslim berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiga adalah syetan'?"Juga soal ritual seusai pernikahan. "Setelah akad seharusnya keduanya saling berpisah, dan menunggu acara walimatul 'Urs berlangsung untuk kemudian bertemu di malam Zafaf," tulisnya.
Bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|