Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Apa Kata Anda
Jumat, 15 Februari 2008
Apa Kata Anda
Malaysia Lagi, Malaysia Lagi...
Malaysia Lagi, Malaysia Lagi...
Lagi, Malaysia bikin ulah. Mereka merekrut sejumlah pemuda asal Indonesia untuk mejaga daerah perbatasan milik mereka. "Ini provokasi tanpa henti-hentinya dari pemerintah Malaysia. Ini mengadu domba pemerintah dengan anak bangsa sendiri," cetus Ketua DPR Agung Laksono sebagaimana dikutip Harian Rakyat Merdeka (15/2). Malaysia kabarnya sudah membantah. Tapi, belum ada bukti yang menguatkan keterangan mereka.

Jika ditilik dari pengalaman yang sudah-sudah, Malaysia memang sangat mungkin melakukan itu. Untuk adilnya, memang ada pula kesalahan pemerintah kita. Selain tak berwibawa, perhatian yang kurang terhadap daerah perbatasan menyebabkan anak negeri yang tinggal di sana jadi lebih mudah terbujuk. Ketua Umum Patron, Brigjen (Purn) Abdul Salam dalam sebuah wawancaranya dengan berpolitik beberapa waktu silam pernah menyatakan hal ini dalam kasus Sipadan Ligitan.

"...Meskipun secara hukum internasional itu kita kalah, tapi sebenarnya secara de facto itu adalah penduduk Indonesia yang diberikan kewarganegaraan oleh Malaysia, dan dijamin kesejahteraannya oleh Malaysia.Kasus Sipadan dan Ligitan kan begitu. Sehingga secara de facto kita kalah di sidang internasional, karena kita dianggap menduduki kepulauan Malaysia. Sebab ketika penduduk itu ditanya; ''Anda warga negara mana?'' Mereka akan menjawab; ''Kami warga negara Malaysia yang sudah turun menurun tinggal di kepulauan ini''. Sehingga Indonesia selalu kalah dalam persidangan tersebut. Mereka kan sebenarnya orang-orang Bugis atau orang Makassar yang tinggal di situ," paparnya prihatin.

Selain itu, peningkatan penjagaan perbatasan oleh pihak Malaysia memang mengundang tanya. Soalnya, yang banyak kebobolan justru Indonesia dan bukannya mereka. Seperti kata Salam yang juga teman satu angkatannya SBY ini,"Kita juga harus protes terhadap apa yang dilakukan Malaysia, dengan apa yang disebut; ''aktivitas yang menguntungkan Malaysia'', berkait dengan masalah perbatasan kita. Misalnya pencurian-pencurian kayu. Coba bayangkan, mereka berani mematok hutan-hutan kita untuk kemudian mengambil dan menjarah kayu-kayu kita. Karena masyarakat kita di perbatasan sangat membutuhkan uang, maka akibatnya kan dia melalaikan bahwa negara kita sudah diambil alih oleh mereka," jelasnya lagi (untuk membaca wawancara lengkap klik di sini).

Duh, lagi-lagi Malaysia. Jadi, enaknya harus diapaain ya negerinya si Siti Nurhaliza ini?


sumber gambar: http://jalansutera.com/2007/10/04/malaysia-memang-makin-menyebalkan/
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved