| Apa Kata Anda |
| Selasa, 12 Februari 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Pencitraan Djarum Tak Terganggu Amburadul Liga Indonesia? |
Sudah beberapa tahun terakhir ini, Liga Indonesia (Ligina) disponsori oleh pabrik rokok Djarum. Sudah puluhan milyar kocek Djarum terkuras untuk membayar PSSI. Belum lagi duit yang digelontorkan untuk beriklan di media massa. Jelas, sponsorship ini bukan kegiatan "corporate social responsibility". Djarum ingin meneguhkan brandnya.
Hanya saja, memang, selalu saja ada soal ketika upaya seperti itu menempel pada "pihak ketiga". Tatkala pihak ketiga bermasalah, brand yang hendak diusungnya pun bakal kecipratan moreng yang sama. Karena itu, misalnya, Pertamina langsung menghilangkan peran Fariz RM ketika yang bersangkutan tersangkut perkara narkoba.
Bagaimana dengan Liga Indonesia?Satu kata: Amburadul. Dari soal peraturan yang bisa diganti-ganti seenak perutnya sendiri oleh PSSI (seperti penghapusan aturan promosi dan degradasi atau peringanan hukuman terhadap klub atau supoter), kerusuhan supoter yang terus berulang, isu pengaturan pertandingan yang semakin marak, wasit yang tak becus, pemain yang tak profesional dan pengurus klub yang amatiran. Terakhir, seorang supoter Persija pun tewas.
Dan, semua itu bukan baru terjadi pada putaran liga tahun ini. Tapi, rupanya, Djarum seperti tak peduli. Barangkali, bagian PR-nya beranggapan yang penting nama Djarum terus berkibar tak terpengaruh carut-marutnya liga yang mereka sponsori.
Benarkah begitu?
|
|
|
|
|
|
|
|