| Apa Kata Anda |
| Senin, 04 Februari 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Antara Mega, Kalla dan SBY |
Sepekan terakhir, Megawati dan SBY-Kalla terlibat perang kata-kata. Mega menyebut pemerintahan SBY tak ubahnya tari poco-poco. Maju selangkah, mundurnya empat langsung. Jusuf Kalla langsung membalas.
Kata dia, poco-poco itu lebih sehat ketimbang dansa-dansi, hanya berputar-putar ditempat sembari jual gas murah. Tak pelak, Kalla langsung menyodok kebijakan Megawati ketika berkuasa yang berdansa dengan pimpinan China sembari memberi konsensi gas kepada perusahaan dari negara tirai bambu.
SBY memang tak berbicara langsung. Tapi anak buahnya tak kalah sengit. Mereka bilang, Mega sebaiknya membeli cermin. Kalau mau mengkritik pemerintah yang kini berkuasa, lihatlah cermin dulu. Maksudnya berkaca dengan prestasinya sewaktu jadi presiden.Ketika mengkritik, kata Anas Urbaningrum, satu telunjuk memang mengarah ke pemerintah, tapi empat jari lainnya mengarah kepada diri sendiri.
Yang menarik, SBY dan Kalla sejatinya adalah anak buah Megawati. Kalla ketika Menko Kesra, sedangkan SBY Menko Polkam. Ada yang usil bilang, ketika Mega membanggakan prestasinya, di situ pasti ada peran SBY dan Kalla. Sebaliknya ketika SBY dan Kalla mengkritik Mega, di situ juga ada andil mereka sebagai anggota kabinetnya.
Bagaimana menurut Anda
|
|
|
|
|
|
|
|