| Ulasan |
| Kamis, 31 Januari 2008 |
| Ulasan |
| 3 Versi Dibalik Penetapan Burhanuddin Sebagai Tersangka |
| Tags: BI, burhanuddin_abdullah, kpk |
(berpolitik.com):Burhanuddin Abdullah tinggal menghitung hari. Setelah KPK menetapkan Gubernur BI ini sebagai tersangka, vonis bersalah boleh dibilang sudah diketok. Soalnya, sejauh ini, memang tak pernah ada yang lolos dari sergapan KPK jika sudah mencapai tahapan ini.> |
(berpolitik.com):Burhanuddin Abdullah tinggal menghitung hari. Setelah KPK menetapkan Gubernur BI ini sebagai tersangka, vonis bersalah boleh dibilang sudah diketok. Soalnya, sejauh ini, memang tak pernah ada yang lolos dari sergapan KPK jika sudah mencapai tahapan ini.
Penetapan dirinya sebagai tersangka penyuapan terhadap anggota DPR terkait sejumlah pasal dalam amandemen UU tentang BI ini dan penuntasan masalah BLBI ini, tak urung segera mengundang reaksi. Yang paling utama, ada banyak pihak yang melansir bahwa penetapan KPK ini terkait dengan pemilihan Gubernur BI baru yang akan berlangsung pada tahun ini. Tepatnya, langkah hukum ini merupakan bagian dari skenario untuk memuluskan jalan pesaing Burhanuddin dalam memperebutkan jabatan prestius itu.
Nama Aulia Pohan disebut-sebut sebagai kandidat yang paling dijagokan. Di luar soal kompetensinya, Aulia Pohan dianggap sebagai calon pilihan Istana. Maklum, ia adalah besan SBY. Tapi, sumber lain menyebutkan, Aulia Pohan hanyalah kandidat yang dilambungkan untuk "disantap" publik. "Terlalu riskan bagi SBY untuk milih dia karena pasti bakal langsung dikerjain oleh musuh-musuhnya. Saya kira presiden punya jago lain," ulasnya.
Dari perbicangan dengan sejumlah kalangan, berpolitik mencatat 2 versi lain tentang penetapan Burhanuddin sebagai tersangka.
Pertama, sebagian kalangan langsung mengaitkannya dengan aksi pemberantasan korupsi yang banyak menyasar ke orang-orang di sekitar Megawati (dan juga sebenarnya kader-kader Golkar yang menjadi kepala daerah). Ini dimulai dari Theo Toemion (Ketua BKPM), Rokhmin Danuri (Mantan Menteri Kelautan), Widjanarko (Kabulog) dan juga Laksamana Sukardi (mantan Meneg BUMN).
Sebagaimana diketahui, Burhanuddin Abdullah adalah teman kuliah Megawati sewaktu menjadi mahasiswa di Fakultas Pertanian Unpad.Konon, selain soal kompetensinya, kedekatan itulah yang menyebabkan Burhanuddin akhirnya mulus menjadi Gubernur BI pada tahun 2003 silam menggantikan syahrir Sabirin.
Kedua, penetapan tersangka itu ada pula yang mengaitkannya dengan sepak terjang Burhanuddin akhir-akhir ini. Sepak terjang yang dimaksud adalah kebijakan CSR BI. Sebagaimana diketahui, dalam 6 bulan terakhir ini BI aktif menggeber program pendanaan bagi UKM. Yang membuat sebagian kalangan terperangah, BI melibatkan sejumlah partai politik.
"Hari ini(31/1), misalnya, ada acara seminar pembiayaan UKM dan Koperasi yang diselenggarakan di Hotel Century. "Dalam acara itu, BI melibatkan KTB BP2ER. Nah, organ ini adalah salah satu lembaga payungnya PDIP," ujar sumber berpolitik seraya memperlihatkan undangan via SMS yang diterimanya. Sumber lain menyatakan, program CSR itu sejatinya tak hanya melibatkan PDIP, tetapi juga PPP.
Tak ayal, Burhanuddin pun ditengarai menyimpan misi politik pribadi. "Ia disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai wapres," kata sumber berpolitik. "Kalangan di internal BI sebenarnya sudah gerah dengan kebijakan itu," tandasnya lagi.
Ngomong-ngomong, kalau Burhanuddin telah ditetapkan sebagai tersangka penyuapan, tentu saja tuduhan itu baru sempurna jika ada tersangka dari pihak penerimanya. Persoalannya, sekarang, beranikah KPK menyeret sejumlah anggota dewan yang terhormat? Isu terakhir yang berkembang, akan ada beberapa anggota dewan yang dikorbankan. Siapa ya?
|
|
|
|
|
|
|
|