| Apa Kata Anda |
| Jumat, 11 Januari 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Minyak Tanah Langka Lagi, Direktur Pertamina Perlu Dicopot? |
Minyak tanah langka bukan berita baru. Yang agak baru adalah pengakuan Pertamina. Mereka mengakui kelangkaan terjadi lantaran terjadinya penarikan minyak tanah di pasaran tak seimbang dengan pasokan elpiji yang mereka lakukan. Ini, kata Pertamina, terkait lambannya pengalihan minyak tanah menjadi penyalur elpiji. Kelangkaan tambah parah karena capaian konversi di Wilayah Jabotabek.baru 40% dari target.
Semula Pertamina menuding kelangkaan terjadi karena adanya kesenjangan antara minyak tanah bersubsidi dengan minyak tanah non-subsidi yang dikonsumsi industri. Tak ayal, kalangan industri lansung dituding telah menyerap minyak tanah subsidi.
Akibat kelangkaan itu, tak saja masyarkat mesti antri berjam-jam di bawah terik panas matahari dan siraman hujan, tetapi juga mesti membayar dengan harga jauh lebih mahal dari ketentuan yang berlaku.
Jika melihat penderitaan rakyat (antrian tak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya saja), bisa disimpulkan Pertamina telah "gagal". Apalagi, kelangkaan ini buikan kali pertamanya terjadi.
Persoalannya kini, adalah, bagaimana sikap Meneg BUMN Sofyan Djalil. Ini terkait dengan sikap tegasnya yang mencopot Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim. Ali dipersalahkan lantaran PLTU Tandjung Jati B kekurangan stok batubara untuk kedua kalinya sehingga menyebabkan biaya pengadaan bahan bakar berpotensi meningkat. Nah, bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|