| Apa Kata Anda |
| Jumat, 04 Januari 2008 |
| Apa Kata Anda |
| Terlalu Biasa Dengan Bencana |
Bencana sepertinya tak jua lelah menghampiri kita. Luapan sungai Bengawan telah melumpuhkan banyak kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rumah-rumah terendam, lahan pertanian hancur dan pula korban jiwa berjatuhan.
Di Jakarta, sejatinya sejak sudah berminggu-minggu warga Muara Baru mesti berkawan dengan banjir akibat gelombang pasang. Jika saja tanggul yang jebol segera diperbaiki, barangkali tak sebegitu besar penderitaan yang mesti mereka alami.
Ada yang khawatir kita telah melakukan seleksi keprihatinan. Di tingkat nasional, kita selalu berpaling pada tsunami di Aceh. Di tingkat lokal, kita selalu teringat banjir badang yang telah menenggelamkan 80% wilayah Jakarta.
Akibatnya ada yang khawatir, kita agak "santai" terhadap bencana yang skalanya tak lebih besar dari dua bencana tersebut. Barangkali ini kekhawatiran yang terlalu berlebih-lebihan. Bisa jadi karena kita terlalu lelah dengan terlalu banyaknya bencana yang hadir. Akibatnya, kepekaan kita telah berkurang.
Bagaimana menurut Anda?
|
|
|
|
|
|
|
|