| Apa Kata Anda |
| Senin, 31 Desember 2007 |
| Apa Kata Anda |
| Reshuffle Kabinet (Lagi)? |
Angin Reshuffle kabinet kembali berhembus. Adalah politisi Golkar yang mulanya melansir gagasan itu. Juslin Nasution, petinggi DPP Golkar bilang, bidang ekonomi menjadi titik berat kelemahan pemerintah. "Karena itu, SBY perlu melakukan reshuffle lagi," tegasnya dalam diskusi terbatas Gerakan Melawan Serangan Balik Koruptor, Menuju Indonesia Bersih Korupsi di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, kemarin (30/12) sebagaimana dikutip Indo Pos (31/12).
Lontaran Juslin ini juga diamini koleganya dari PG, Yudi Chrisnandi yang menjabat sebagai Menhankam dalam Kabinet Bayangan versi politisi muda di DPR. "Kami sangat memperkenankan presiden untuk kembali me-reshuffle kabinet," kata anggota Komisi I DPR ini, kemarin (30/12).
Dukungan serupa juga dilansir petinggi Partai Hati Nurani Rakyat, Fuad Bawazier. Dia mengusulkan perombakan tim ekonomi. Menurut dia, sejak pemerintahan Soeharto, tim ekonomi Indonesia merupakan sebuah rezim. "Di dunia ekonomi, kami menyebutnya rezim BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Red)," ungkapnya. Rezim itu, kata dia, diarsiteki pakar ilmu ekonomi Prof Widjojo Nitiastro. Saat ini, salah seorang murid kesayangan Widjojo, Boediono, justru masih duduk sebagai menteri.
Pendukung SBY tentu saja gerah mendengar usulan ini. Selain tak efektif karena masa pemerintahan SBY tinggal setahun setengah lagi, usulan merombak kabinet justru bakal mempertinggi suhu politik yang pada gilirannya membuat kinerja SBY makin limbung. "Siapa bilang kabinet tidak efektif? Kalau mereka (kabinet, Red) dibilang harus bekerja ekstrakeras, itu iya," tegas Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Syarief Hasan.
Kalau Menurut Anda Bagaimana?
|
|
|
|
|
|
|
|