Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Jumat, 20 April 2007
Ulasan
Pendapatan Negara Terancam Turun
Tags: SINDO
JAKARTA(SINDO) - Pemerintah mengkhawatirkan aksi demonstrasi dan pemogokan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) akan berpengaruh pada proses produksi sehingga mengancam pendapatan negara dan penerimaan daerah.

Karena itu, pemerintah mengimbau aksi demonstrasi dilakukan secara damai dengan tetap mengupayakan berjalannya proses produksi, serta tidak sampai mengganggu operasi pertambangan. "Dampaknya jelas pada penerimaan negara. Karena Freeport itu memberikan sumbangan terbesar untuk sektor pertambangan, sekitar 40%. Jadi pasti berdampak ke penerimaan negara, juga penerimaan daerah," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro Purnomo seusai membuka acara "Demonstration System Data Base Joint Study on Evaluation of Coal Resorces and Reserve in Indonesia" di Jakarta,kemarin.

Purnomo menegaskan, sumbangan Freeport pada sektor pertambangan nasional sangat signifikan.Dia menjelaskan,selama 2006, total setoran sektor ESDM ke negara mencapai Rp213 triliun,di mana dari jumlah itu porsi sektor pertambangan mencapai Rp30 triliun. Setoran dari Freeport sendiri tercatat mencapai Rp14 triliun. Terlepas dari itu, Purnomo mengaku pemerintah tidak bisa ikut campur dalam masalah antara PTFI dan karyawan perusahaan.Diketahui, aksi mogok di PTFI dipicu tuntutan kenaikan gaji hingga 200% dan peningkatan status pegawai oleh karyawan yang berasal dari Papua.

Purnomo mengatakan, permasalahan tersebut murni korporat. Peran pemerintah, jelas dia, terbatas hanya meningkatkan penjagaan di wilayah pertambangan yang termasuk objek vital negara ini. "Kami serahkan negosiasi ini ke mereka,ini masalah korporat. Kami hanya mengingatkan kepada pelaku demonstrasi bahwa ini memengaruhi penerimaan negara dan penerimaan daerah,padahal ini dipakai untuk pembangunan nasional. Jadi, saya mohon agar operasi harus tetap dijalankan," ujar Purnomo.

Akibat aksi tersebut, saat ini produksi tambang Freeport tidak optimal. Pertambangan terbuka yang beroperasi saat ini hanya sekitar 20%, sedangkan pertambangan tertutup yang beroperasi hanya 60%. Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara,dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring menjelaskan, tidak semua karyawan PTFI mengikut aksi tersebut.Jumlah karyawan yang berdemonstrasi menurut dia sekitar 1.500 orang. Meski begitu, tetap saja aksi tersebut membuat proses produksi Freeport timpang. "Ya, jadi slow down,karena pegawainya banyak tidak masuk," ujarnya.

Gubernur Papua Barnas Suebu SH meminta pihak manajemen PTFI membuka diri untuk melakukan dialog bersama karyawan yang melakukan demo damai Timika. "Saya sudah menghubungi pimpinan PT Freeport agar mau bersedia melakukan pertemuan dengan karyawan. Yaini untuk mencari jalan keluar atas berbagai tuntutan pekerja tambang," ungkap Barnabas Suebu kepada wartawan menanggapi aksi unjuk rasa damai pekerja PTFI di Timika, kemarin.

Jum'at, 20/04/2007
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved