| Ulasan |
| Kamis, 11 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Tritura Masih Relevan Diperjuangkan |
| Tags: Kompas |
Jakarta, Kompas - Tiga Tuntutan Rakyat yang disuarakan oleh berbagai kesatuan aksi pada 10 Januari 1966 masih relevan untuk diperjuangkan.
"Meskipun Indonesia telah lama merdeka secara politik, rakyat belum merdeka secara ekonomi," kata Ketua Umum Dewan Harian Nasional Angkatan ?45 R Soeprapto dalam peringatan ke-41 Tritura, Rabu (10/1). Tritura berisi tuntutan pembubaran PKI, perombakan kabinet, dan penurunan harga. "Tritura masih dapat dimaknai dengan konteks saat ini," katanya.
Pancasila yang menjadi falsafah berbangsa semakin tersisihkan oleh ideologi asing. Birokrasi pemerintahan masih terjebak dalam korupsi, kolusi dan nepotisme. Sedangkan kemiskinan masih membayangi masyarakat.
Aktivis angkatan 1966, M Husnie Thamrin, mengatakan, ideologi Pancasila terus tergerus oleh globalisasi. Padahal, tuntutan pembubaran PKI berarti meneguhkan kembali pada Pancasila sebagai ideologi berbangsa. Masyarakat semakin terjebak dalam pengaruh ideologi kapitalisme, liberalisme, dan komunisme.
Tuntutan penurunan harga juga sangat relevan dengan kondisi saat ini. Masyarakat masih terpuruk dalam kemiskinan.
|
|
|
|
|
|
|
|