Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Jumat, 26 Januari 2007
Ulasan
Mayoritas Prajurit TNI Tolak Gunakan Hak Pilih
Tags: MediaIndonesia
TOLAK HAK PILIH: Sejumlah perwira tinggi (pati) TNI saat mengikuti pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Rapat Pimpinan TNI di Jakarta, Kamis (25/1). Mayoritas prajurit TNI menolak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2009.
Penulis: Mirza Andreas

JAKARTA--MIOL: Sebagian besar prajurit TNI menyatakan tidak akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2009. Alasannya, penggunaan hak pilih di kalangan militer itu berpotensi memecah-belah tubuh TNI.

"Panglima TNI telah menyatakan, dari hasil kesimpulan sementara jajak pendapat, sebagian besar prajurit berpendapat hak pilih untuk 2009 belum waktunya digunakan mengingat kesiapan dan pertimbangan lainnya," papar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko Santoso kepada wartawan sesaat sebelum membuka Rapat Pimpinan TNI-AD 2007 di Jakarta, Jumat (26/1).

Markas Besar TNI sejak 2006 lalu telah melakukan jajak pendapat kepada seluruh prajurit TNI pada tiga angkatan, mulai taruna Akademi Militer, siswa Sesko AD, kursus kecabangan, kursus Dan Yon, Dandim, Danrem, dan Komando Utama. Dan berdasarkan kesimpulan sementara, soliditas TNI akan terancam jika anggota TNI diberi hak menggunakan hak suaranya dalam pemilu.

TNI-AD, lanjutnya, hingga kini masih mengkaji wacana penggunaan hak pilih oleh anggota TNI itu. Faktor utama yang menjadi pertimbangan dari kajian itu adalah untung-rugi dari penggunaan hak pilih terhadap soliditas dan netralitas TNI, serta persatuan dan kesatuan bangsa.

"TNI AD akan memberi masukan kepada Mabes TNI, tentunya masukan itu harus memberikan pertimbangan-pertimbangan apakah manfaat dan mudharatnya," ujarnya. (Msc/OL-01)
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved