Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Kamis, 11 Januari 2007
Ulasan
DPP PBR Versi Zaenal Dideklarasikan
Anak Zainud
Tags: Indopos
JAKARTA - Perpecahan di Partai Bintang Reformasi (PBR) menjadi kenyataan. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBR versi Zaenal Ma?arif dideklarasikan di Masjid Baiturrahman, kompleks Senayan, kemarin. Untuk memperkuat barisannya, Fikri Haekal, putra Ketua Dewan Syura PBR KH Zainuddin M.Z., didaulat duduk di kursi sekretaris jenderal.

Selain Fikri, dua nama anggota DPR dari Fraksi PBR tercantum dalam jajaran ketua DPP. Mereka adalah Bulyan Royan, anggota komisi V, dan Anhar, anggota komisi III, yang saat ini diperiksa Badan Kehormatan DPR karena dugaan penyalahgunaan wewenang.

Kepengurusan tandingan yang dipimpin Wakil Ketua DPR Zaenal Ma?arif sengaja diumumkan di masjid kompleks Senayan setelah salat duhur. Saat menggelar jumpa pers, Zaenal didampingi Fikri dan kuasa hukumnya, Munarman.

"Yang kami lakukan adalah dalam rangka penyelamatan ideologi partai. Roh PPP Reformasi telah dihilangkan para pembajak. Dengan ini, kepengurusan kami deklarasikan adalah DPP yang sah. Sedangkan kepengurusan di bawah Bursah kita bubarkan," tegas Zaenal, yang disambut riuh tepuk tangan para pendukungnya.

Zaenal yang juga mantan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebut langkahnya sebagai upaya penyelamatan partai, pasca Muktamar Islah di Bali telah menyimpang jauh dari amanat dan ideologi para deklarator. "Kasus terakhir adalah pelarangan kader partai untuk berpoligami," tandas Zaenal.

Selain itu, kubu Zaenal menganggap kepengurusan Bursah cacat hukum karena telah melanggar anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) partai. Sebab. pemilihan ketua umum yang saat ini dipegang Bursah seharusnya dilakukan dengan mekanisme one delegation one vote. Namun, saat itu diubah menjadi one ketua one vote. "Ini juga menyalahi aturan," tambahnya.

Dengan dideklarasikannya kepengurusan tandingan PBR itu, Zaenal berencana mendaftarkan DPP-nya ke Departemen Hukum dan HAM pada Senin (15/1). " Kami akan daftarkan, insya Allah, Senin dengan nama yang tetap, tidak berubah," lanjut Zaenal

Bagaimana keberadaan Fikri Haekal pada posisi Sekjen? Apakah juga merepresentasikan dukungan dari KH Zainuddin M.Z.? Menanggapi pertanyaan tersebut, Fikri hanya menjawab secara diplomatis. "Dengan adanya saya duduk di sini, Anda bisa mengartikan sendiri," ujarnya.

Di tempat terpisah, Bulyan Royan yang namanya masuk dalam jajaran ketua sempat kaget ketika diberi tahu beberapa wartawan. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh ketika ditanya tentang ke mana arah dukungannya. "Ini baru episode dua. Nanti yang lebih seru di episode tiga," jawabnya.

Yang dimaksud Bulyan dengan episode tiga adalah pendaftaran partai baru pada Juni 2006. Dengan melihat kekuatan PBR saat ini, besar kemungkinan partai akan berganti nama karena tidak lolos electoral threshold (ET). "Yang pasti, namanya akan berubah. Singkatan sama, tapi kepanjangannya lain. Mungkin, PBR yang baru itu Partai Bulyan Royan," selorohnya,

Menanggapi munculnya DPP Zaenal, Bursah Zarnubi menganggap langkah yang diambil tidak akan berpengaruh kepada partai. Bahkan, dia mengatakan bahwa keabsahan DPP PBR hasil Muktamar Bali sudah disaksikan dan diakui pemerintah serta turut diteken Zaenal.

Bursah membantah tudingan kubu Zaenal bahwa DPP PBR pimpinannya telah menyelewengkan asas partai. Dia menganggap justru kepengurusan PBR yang ada saat ini bisa terpilih karena mempertahankan asas partai. "Siapa yang bilang kita ingin mengubah asas Islam dari PBR. Justru saya terpilih karena mempraktikkan Islam. Dan, mereka tidak terpilih karena kepengurusan yang lalu tidak mempraktikkan Islam," katanya. (cak)
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved