Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Kamis, 11 Januari 2007
Ulasan
Musibah Adam Air Sudah Dipolitisasi
Tags: MediaIndonesia
MATARAM--MIOL: Pengamat Hukum dan Politik Universitas Mataram (Unram), H Satriawan Sahak menilai musibah hilangnya pesawat Adam Air dalam penerbangan Surabaya - Manado, Senin (1/1), telah digiring memasuki ranah politik.

"Munculnya berbagai pernyataan di media massa dan terjadinya gugat mengugat secara hukum, menjadikan musibah hilangnya pesawat Adam Air tersebut telah memasuki ranah politik, bahkan cenderung dipolitisasi," katanya kepada wartawan di Mataram, Rabu (10/1).

Dikait-kaitkannya Adam Air dengan pimpinan DPR, Agung Laksono membuktikan ada pihak-pihak yang mencoba menggiring ke arah politik dengan 'memancing di air keruh'. Agung Laksono, wakil ketua Partai Golkar, yang dituding sebagai pimpinan maskapai penerbangan Adam Air, dicoba dijadikan sasaran bidik para politisi.

Munculnya berbagai pernyataan akhir-akhir ini, merupakan upaya menggiring agar Agung mempertanggungjawabkannya, seperti halnya Aburizal Bakrie bertanggung awab atas musibah lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Bahkan ada rumor yang menyebut nama Agung Laksono telah dijadikan senjata ampuh untuk menerbangkan pesawat-pesawat yang tidak laik terbang," katanya.

Politisasi hilangnya Adam Air dinilai seolah sebagai hal lumrah. Sepertinya, kata Satriawan, anak-anak bangsa ini sudah menikmati penderitaan orang lain, kejadian atau musibah apa saja selalu dikaitkan dengan masalah-masalah politik.

Padahal sesungguhnya, ada persaingan tidak sehat di antara maskapai penerbangan di Indonesia sehingga musibah yang dialami satu maskapai penerbangan dijadikan kesempatan untuk menghabisi.

Sebab kalau mau jujur, persoalan transportasi baik laut, udara dan darat di Indonesia saat ini, sangatlah tidak kondusif dan tidak nyaman. Tiket murah tidak bisa dijadikan alasan atau sebab banyaknya terjadi musibah penerbangan di tanah air, justru dengan tiket murah itu harus dievaluasi.

Karena ketika maskapai penerbangan masih dimonopoli oleh maskapai penerbangan tertentu, kecelakaan pesawat terbang juga banyak terjadi. Kecenderungan pernyataan "tiket murah, musibah banyak terjadi" merupakan pesan sponsor, yang justru akan merugikan masyarakat.

"Tiket mahal bukan jaminan tidak ada kecelakaan pesawat justru tiket mahal tersebut harus dievaluasi, mengapa rakyat harus dijadikan sapi perahan," katanya.

Mengapa efisiensi rute selama ini tidak dilakukan, sehingga rakyat yang harus menanggung pemborosan itu. (Ant/OL-02).
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved