Home  Meja EditorMeja Editor  Posting  Lensa  Apa Kata Anda  Login 
 
 
Ulasan
Sabtu, 20 Januari 2007
Ulasan
Parpol Belum Berpihak ke Rakyat
Tags: SINDO
JAKARTA(SINDO) ? Anggota DPR dinilai masih lebih memihak ke fraksi atau partainya dibanding menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Kekuatan partai politik (parpol) hingga saat ini masih leluasa menguasai wakil-wakil mereka di fraksi sehingga daya kritis anggota DPR sangat lemah.Hal itu terungkap dalam diskusi Peran Parleman di Era Demokratis Multi Partai dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Bintang Reformasi (PBR) di Jakarta,kemarin. Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf mengatakan, keberadaan wakil rakyat di DPR lebih banyak berdiri atas dasar kepentingan parpol masing-masing.

?Kehadiran para anggota partai di DPR hanya sebagai alat fraksi dan DPP, sebagai partai yang kerap mempengaruhi sikap mereka sebagai wakil rakyat,? kata Maswadi. Namun,dia mengakui,pada beberapa kasus, perwakilan partai di DPR juga bisa menentukan sikap sendiri.?Tapi dalam banyak hal,sikap para anggota dewan itu ditentukan fraksi dan DPP,?jelasnya. Maswadi mengusulkan agar setiap parpol memiliki sistem kaderisasi lebih ketat. Sebab, semakin ketat dan tinggi pola rekrutmen sebuah parpol terhadap kadernya, akan semakin tinggi pula kualitas anggota Parlemen dari partai yang bersangkutan. ?Syaratnya tidak perlu macam-macam,tidak perlu lulusan SI,tapi yang penting dia punya pengalaman organisasi,? terangnya.

Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS) Sukardi Rinakit menjelaskan, fungsi keterwakilan DPR saat ini sangat lemah. DPR lebih banyak melihat fungsi pengawasan, anggaran, atau legislasi.Padahal, fungsi keterwakilan rakyat sebagai anggota DPR lebih penting. Selain itu,peran parpol di masyarakat dirasa kurang memiliki mapping yang jelas. Akibatnya, banyak masalah di daerah maupun di pusat diselesaikan dengan cara yang sama.

Dalam kesempatan itu Sukardi mengkritisi seringnya parpol memiliki konflik internal yang justru menghancurkan kewibawaan partainya. Sementara itu, Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) Sudarsono mengatakan, pihaknya sedang mengakomodasikan seluruh masukan tentang partai politik, dan pemilihan presiden dalam RUU Paket Politik. ?Ini isu sensitif mendekati pemilu,jadi kita juga akan hati-hati memahami masalah ini,?terangnya.(susi)
About Us  Site Policy  Site Map  Arsip 
Copyright 2007 Berpolitik.com All right reserved