| Ulasan |
| Rabu, 10 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Pilpres Lebih Awal Harus Ditolak |
| Tags: Kompas |
Jakarta, Kompas - Wacana untuk menggelar pemilihan presiden-wakil presiden mendahului pemilu untuk memilih anggota legislatif harus ditolak karena hanya akal-akalan partai politik besar yang antiperubahan. Jika hasil Pemilu 2004 jadi rujukan syarat pencalonan presiden- wapres pada Pemilu 2009, praktis kemunculan tokoh baru akan terendam.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Adung A Rochman di Jakarta, Selasa (9/1), menilai gagasan dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mendahulukan pilpres (Kompas, 8-9/1) berarti hanya akan memberi kesempatan tokoh lama lagi. Ide mendahulukan pilpres hanya efektif bagi terjadinya perubahan jika dibuka kesempatan majunya calon dari jalur perseorangan, bukan hanya dari partai atau gabungan partai.
Realitas politik saat ini, lanjut Andung, parpol baru dan berkembang yang dijadikan sandaran harapan memunculkan tokoh baru untuk dikompetisikan dengan calon lama.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di DPR, Selasa, menilai gagasan mendahulukan pilpres bukan soal prinsip, tetapi diperlukan penjadwalan secara komprehensif. Yang penting, ada keterkaitan antara pilpres dan pemilihan anggota legislatif. Meski sulit, gagasan ini bisa saja dilaksanakan. (dik)
|
|
|
|
|
|
|
|