| Ulasan |
| Sabtu, 20 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Zaenal: Bursah Selewengkan Ideologi |
| Tags: Indopos |
JAKARTA - Perseteruan dua kubu PBR (Partai Bintang Reformasi) semakin kental ke persoalan ideologi. Kubu Zaenal Ma?arif menuding Bursa Zarnubi telah menyelewengkan ideologi partai.
Zaenal yang baru-baru ini mendeklarasikan penyelamatan PBR menilai pidato Bursah tentang sosialisme religius (SR) dalam pembukaan silatnas anggota legislatif dan eksekutif PBR Kamis lalu telah membelokkan asas partainya.
Bursah mendefinisikan sosialisme religius sebagai tafsir nilai Islam yang dikontekstualisasikan terhadap realitas sosial kontemporer. "Jangan ada fobia pada sosialisme. Sebab, sosialisme religius berbeda dengan sosialisme yang berdasar materialisme," ujar Bursah.
Menurut Zaenal, SR bukan asas PBR. Sebab, ideologi Islam yang ditetapkan para deklarator PBR itu merupakan harga final yang tidak bisa ditawar. "Pernyataan Bursah itu telah mengingkari apa yang disampaikan para deklarator. Sebab, Islam yang dimaksud deklarator itu adalah Islam rahmatan lil alamin," katanya.
Zaenal juga menilai, penggeseran arah ideologi itu menjadi bukti bahwa Bursah telah menistakan agama. "Islam adalah Islam," tegasnya. Politisi asal Surakarta itu menandaskan bahwa anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) PBR tidak memberi ruang bagi paham lain, termasuk sosialisme religius. "Apa pun itu harus dibicarakan di muktamar karena anggaran dasar menyebut Islam yang rahmatan lil alamin," katanya.
Selain itu, lanjut Zaenal, konsep sosialisme religius yang dimaksud Bursah tidak jelas. "Tidak ada dasar teoritis yang jelas," ujarnya. Sebab, sosialisme religius belum tentu Islam.(aku)
|
|
|
|
|
|
|
|