| Ulasan |
| Kamis, 18 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Tim Lumpur Gagal Bertemu SBY |
| Tags: Indopos |
JAKARTA - Mau menyampaikan sikap soal bencana lumpur Lapindo yang berlarut-larut, upaya 15 tokoh asal Jawa Timur yang dipimpin Ketua PW NU Jatim Ali Maschan Moesa untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin gagal.
Rombongan itu tiba di Istana Negara pukul 11.00. Mereka, antara lain, Ali Maschan Moesa, Wakil Ketua DPRD Jatim Ridwan Hisjam, Abdi Manaf, KH Hasyim Ahmad, KH Rido?i, Direktur Intako Tanggulangin Sodikun, dan anggota DPRD Sidoarjo Abdul Somad.
"Kami ke sini untuk bertemu presiden. Sayang tidak bisa. Katanya ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan," kata Ali Maschan dengan nada kecewa kemarin.
SBY seharian kemarin memang berada di kediamannya, Cikeas, Bogor, dan menggelar rapat dengan sejumlah staf dan menteri.
Gagal bertemu SBY, mereka akhirnya ditemui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Zannuba Arifah Chafsoh di ruang rapat gedung Bina Graha, kompleks Istana Negara. Selama hampir dua jam, tokoh-tokoh Jatim itu berdiskusi dengan Yenny-sapaan Zannuba Arifah Chafsoh.
Kepada Yenny, Ali Maschan menyampaikan Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur Sidoarjo tidak mampu menyelesaikan persoalan. Dulu sebelum ada timnas, jumlah pengungsi 12 ribu. Setelah ada timnas membeludak menjadi 25 ribu. Dulu hanya empat desa yang terendam lumpur, sekarang sudah delapan desa.
"Pembuangan lumpur ke Kali Porong tidak jalan, pompa macet, tanggul jebol terus. Sekarang (lumpur) sudah mencapai seribu barel per hari," kata Ali Maschan.
Melihat kondisi itu, para tokoh tersebut meminta pemerintah segera mengambil alih persoalan Lapindo tersebut. "Soal ganti rugi, kami mohon pemerintah menalangi dulu. Sebab sampai sekarang janji Lapindo belum terealisasi," kata Ali.
Setelah menalangi semua ganti rugi, kata Ali Maschan, tinggal urusan pemerintah dengan Lapindo untuk saling berhitung. "Pemerintah tinggal menagih ke Lapindo. Ini penting, agar urusan masyarakat segera teratasi," kata Ali.
Menurut Ali, sejak ada musibah pesawat Adam Air hilang dan KM Senopati Nusantara tenggelam, perhatian pemerintah ke Lapindo berkurang. "Kami melihat ada diskriminasi," katanya.
Gagalnya Ali Maschan cs bertemu presiden diklarifikasi oleh Yenny. Putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan kemarin sama sekali tidak ada agenda pertemuan presiden dengan tokoh-tokoh dari Jatim.
Menurut Yenny, Ridwan Hisjam memang menghubungi dia Minggu lalu dan menyampaikan niat bertemu presiden pada Rabu, 17 Januari. Saat itu Yenny mengatakan sulit jika mendadak. "Akhirnya Ridwan Hisjam bilang cukup bertemu saya saja. Jadi kemarin memang agendanya bertemu saya," kata Yenny.
Kepada Ali Maschan dkk, Yenny mengatakan pemerintah sudah menyatakan status daerah lumpur di Sidoarjo sebagai bencana industri. Telah diambil tujuh langkah untuk menyelesaikannya. Misalnya, pemerintah mewajibkan Lapindo membayar Rp 3,8 triliun untuk ganti rugi tanah dan rumah, relokasi warga, serta membangun infrastruktur di Sidoarjo yang rusak.
"Pembangunan infrastruktur juga ditalangi pemerintah terlebih dahulu. Kita juga sedang mencari solusi hal-hal teknis yang rumit, seperti mencarikan lahan kuburan bagi korban Lapindo yang meninggal hingga mencari tempat alternatif untuk perajin kulit di Tanggulangin," kata alumus Harvard University itu.
Yenny menjamin semua yang disampaikan para tokoh Jatim itu akan sampai ke SBY. "Semuanya akan saya laporkan ke presiden. Itu pasti," kata Yenny.(tom)
|
|
|
|
|
|
|
|