| Ulasan |
| Selasa, 09 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Menilai si Moncong Putih Sebagai Oposisi |
| Tags: partaipolitik |
Setelah kandas pada pileg dan pilpres 2004, PDI Perjuangan mencanangkan diri sebagai partai oposisi. Keseriusan tekad itu setidaknya terlihat dari ketidakmauan ?moncong putih? menempatkan kadernya di Kabinet Indonesia Bersatu. Di parlemen, PDI Perjuangan juga kerap berseberangan dengan (usulan) kebijakan pemerintah.
Meski demikian, bagi sebagian kalangan, peran oposisi itu dinila belum dijalankan secara optimal. PDI Perjuangan, misalnya, dianggap kurang bersungguh-sungguh untuk menjadi ?sparring partner? pemerintah dalam hal kebijakan impor beras. Kalaupun kerap menunjukkan sikap berbeda, tindakan itu masih dianggap sebagai sekadar berbeda belaka.
Pertanyaan pun bergulir: dengan sistem dan konstelasi politik seperti sekarang, adakah tempat bagi partai oposisi? Bagaimana semestinya PDI Perjuangan melakoni perannya sebagai partai oposisi? Apakah gagasan membentuk kabinet bayangan merupakan salah satu solusinya?
Kami mengundang Anda untuk bertukar pandangan dan gagasan mengenai hal ini. Kirimkan ke diskusi@berpolitik.com atau menuliskannya pada form yang tersedia. Tabik.
|
|
|
|
|
|
|
|