| Ulasan |
| Senin, 15 Januari 2007 |
| Ulasan |
| Pemerintah tak Akan Batasi Liputan Media Massa |
| Tags: MediaIndonesia |
MANADO-MIOL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintah tidak akan membatasi liputan media massa misalnya dengan melarang wartawan memberitakan berita-berita yang buruk terutama yang dilakukan aparat pemerintah.
"Saya tidak bermaksud membatasi liputan media massa baik cetak mapun elektronik," kata Presiden di Tomohon, Minggu, ketika meresmikan dimulainya siaran TV5D (Dimensi).
Dalam acara tersebut, Presiden secara simbolis juga meresmikan pabrik gula aren di Tomohon serta Depot Logistik di Pulau Miangas dan Marore.
Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Menkokesra Aburizal Bakrie serta Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Hary Sarundajang menegaskan pula pemerintah tidak pernah berniat melakukan sensor.
Presiden mengatakan hal itu, karena media asing seperti BBC dan CNN lebih banyak membuat berita-berita sensasi misalnya kasus korupsi besar serta demonstrasi yang disertai pengrusakan.
Menurut Presiden, jika berita-berita tersebut terus dibiarkan maka dunia internasional akan mempunyai kesan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak aman dan selalu mengalami kerusuhan.
"Kalau memang ada kekurangan maka beritakanlah kekurangan itu, tetapi kalau ada yang berhasil maka jangan disembunyikan. Karena itu Presiden menyampaikan harapannya kepada wartawan nasional untuk pandai-pandai menyaring bahan berita dengan memegang prinsip pemberitaan berimbang dan akurat.
Sementara itu ketika menyinggung pembangunan Depot logistik di Pulau Miangas dan Marore, kepala negara mengatakan pembangunan depot-depot itu harus dilakukan agar masyarakat tidak memperoleh kesulitan mendapatkan berbagai jenis bahan pokok ketika angkutan mengalami kesulitan akibat cuaca jelek.
"Pembangunan Depot Logistik itu dilakukan supaya mereka tidak was-was," kata Presiden pada acara yang berlangsung ditengah-tengah hujan lebat.
Ketika berbicara tentang pembangunan gula aren, Yudhoyono mengatakan, pembangunan itu dilakukan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan meningkatkan produksi gula serta berbagai kebutuhan pangan lainnya, maka diharapkan masyarakat dapat memperolehnya secara mudah.
Sekalipun hujan masih terus turun, Presiden tetap meninjau pabrik gula aren pertama di Indonesa bahkan di seluruh dunia. (Ant/OL-06)
|
|
|
|
|
|
|
|